Cerita Sedih Petani Ikan Tawar Di Sorong Selatan Yang Kurang Mendapat Perhatian Pemerintah

Foto : petani ikan tawar melihat kolam ikannya

SORONG SELATAN, Sabtu (04/07/2020) lingkaran media - Berawal dari sebuah kolam yang dia milikinya ,ukurannya tidak terlalu besar namun sangat berarti bagi keluarganya. dengan memiliki  kolam ikan ini, sudah dapat membiayai hidup serta menambah ekonomi keluarganya.namun penghasilan ikannya tidak seimbang dengan kebutuhan ekonominya.

Salah seorang petani ikan air tawar di kabupaten sorong selatan  “Bapak Fredrik Tiba ,oleh masyarakat biasanya di panggil “Bapak Pede tiba “  sejak di temui  “lingkaran media sorong selatan”bapak ini menceritakan arti sebuah kolam yang menghidupi keluarganya serta dapat menambah ekonomi keluarga mereka.di sela kesibukannya sehari- hari sebagai majelis di salah satu gereja yaitu gereja GKI maranatha teminabuan,Bapak pede harus melihat kolam yang merupakan penopang ekonomi keluarganya.

Setiap harinya Bapak ini ,terlihat di kolam pagi hari dan sore hari untuk membersihkan kolamnya
untuk  membenahi tepian kolam yang rusak akibat hujan dan memberi makan ikan agar selalu terjaga Namun Bapak ini menuturkan kehidupan sebagai petani ikan air tawar yang kurang mendapat perhatian.

Dari pemerintah .” saya sangat kecewa dengan pemerintah serta pihak pihak yang seharusnya membantu petani ikan air tawar yang mulai berkembang di daerah sorong selatan. Sudah beberapa kali kami membuat Proposal dari tahun -  ketahun namun tidak pernah ada jawaban, seharusnya petani ikan air tawar orang asli papua di perhatikan dengan baik karena dari usah seperti ini ,kami tidak lagi harus duduk dan melihat orang lain bekerja dan berusaha,kami orang papua juga bisa berusaha seperti saudara kita dari seberang namun kita kekurangan modal saja tuturnya.

Pengembangan ikan air tawar yang berada di BBI sodrofoyo itu fungsinya apa ? kata bapak tiba saat di temui lingkaran media sorong selatan.setiap tahunnya anggaran itu  kesana namun tidak pernah memberikan Dukungan serta bantuan kepada petani ikan air tawar seperti kami.hasil ikan yang di kembangkan BBI hasilnya kemana? Saya sangat sedih kalau anggaran untuk pengembangan ikan air tawar tidak dapat di gunakan dengan tepat sasaran, nyatanya BBi sodrofoyo tidak seperti awal saat di bangun pada masa Bapak Bupati Otto Ihalauw,masyarakat pada masa itu dapat melihat petugas serta masyarakat lokal terlihat setiap harinya di lingkungan BBi,namun sekarang sunyi dan terbengkalai.


Petani ikan seperti kami ini sudah berapa kali membuat proposal namun tidak pernah ada jawaban ataupun mengembalikan proposal kami agar kami tahu ,di bantu atau tidak dan kami tidak kecewa berkepanjangan seperti saat ini.

Bukan saya saja kata bapak tiba”masih banyak lagi saudara saya ,petani ikan air tawar ini di terlantarkan. Saya berharap kedepan pemerintah lebih memperhatikan masyarakat yang benar benar mau berusaha yang butuh dukungan pemerintah, saya bukan cerita saja, tapi saya sudah usaha walaupun itu hanya bukti kecil sebuah kolam yang menghidupi keluarga saya.bagaimana nasib kami petani ikan air tawar di sorong selatan kalau tidak di perhatikan oleh pemerintah.
siapa lagi kami harus bawa proposal kami dan permohonan bantuan kalau bukan kepemerintah.”pesan Bapa Fredrik Tiba “ untuk kedepan Pemerintah juga harus perhatikan petani ikan air tawar bukan hanya nelayan saja” kan masing masing ada anggarannya,Agar kami juga dapat membangun ekonomi yang sudah sangat mencekik . di tambah lagi biaya anak sekolah ,kebutuhan sehari hari .apakah kami orang papua setiap hari,setiap bulan,setiap tahunnya hidup hanya seperti ini” hanya sebagai penonton saja.mohon pemerintah dapat memperdayakan orang papua yang mau berusaha agar sumber daya manusia yang lahir dan di besarkan di negeri ini,dapat tumbuh sehat dengan baik seperti mereka di sana.keluarga kita dari sebrang.

Reporter : Iwan Suhada
Editor : Miftakh

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cerita Sedih Petani Ikan Tawar Di Sorong Selatan Yang Kurang Mendapat Perhatian Pemerintah"

Post a Comment

Silahkan berkomentar dengan bijak, Kami akan membalasnya segera