Penghasilan Nelayan Tradisional Papua Barat Kabupaten Sorong Selatan Menurun Drastis Akibat Penyakit COVID 19 Yang Melanda Seantero Dunia

Foto : nelayan membawa hasil penangkapan kepiting

SORONG SELATAN, Kamis (18/06/2020) lingkaran media - Dengan Mata pencarian Sebagai Nelayan Tradisional pencari ikan dan kepiting di masa COVID 19  ini , membuat masyarakat khususnya nelayan di kabupaten sorong selatan tidak dapat berbuat banyak. Saat di temui lingkaran media kabupaten sorong sorong selatan di kampung seyolo teminabuan,merasa sangat prihatin dengan keadaan seperti ini yang sudah berjalan selama tujuh bulan,terkait hasil tangkapan mereka yang tidak bisa di jual seperti biasanya.

Beberapa nelayan papua barat sorong selatan saat di temui “ kami sudah tidak dapat menjual hasil kami ke penadah Ikan dan kepiting karena pesawat belum bisa beroperasi untuk pengiriman hasil ke daerah lain Sehingga para penadah kepiting dan udang serta ikan tidak menerima hasil tangkapan mereka ‘
Seperti apa yang di katan ibu margareta sowoy sejak di temui lingkaran media sorong selatan“ saya tidak bisa jual hasil tangkapan saya ke para pengepul kepiting dan ikan ,saya hanya bisa menjual di pasar saja “ tuturnya. Sebelum masa COVID 19 ini kami bisa mendapatkan penghasil yang bisa memenuhi kebutuhan sehari – hari,namun adanya COVID 19 ini,kami tidak dapat berbuat banyak.

Pembagian dana korona untuk masyarakat belum bisa memenuhi kebutuhan selama sebulan dengan Cuma Rp.600.00 saja.bagaimana kita belanjakan bahan makan dengan anggaran corona yang di terima Cuma segitu.Ibu margareta sowoy  ini masih mengharapkan bantuan pemerintah agar masyarakat nelayan dapat di perhatikan dengan baik oleh Dinas terkait serta pemerintah agar kesinambungan hidup para nelayan di daerah sorong selatan dapat hidup makmur serta bisa kembali seperti biasanya
Keluarga saya hanya nelayan mata pencarian hanya di laut ,bagaimana kalau keadaan ini terus menerus tidak di imbangi dengan bantuan pemerintah .


Tangkapan kami sudah tidak seimbang dengan modal yang di keluarkan untuk melaut, dan keadaan ini beliau rasakan sudah berjalan selama tujuh bulan ‘ begitu pula yang di sampaikan salah seorang nelayan Imelda namora,saat di  temui lingkaran media sorong selatan” Penghasilan kami juga susah untuk di pasarkan ,di karenakan para penadah belum membeli hasil laut yang mereka punya ‘kami ini membeli alat tangkap sendiri belum mendapat bantuan dari pemerintah daerah ‘ kami sudah menunggu namun sampai saat ini kami belum mendapatkan apa – apa dari pemerintah.

Semoga pemerintah dinas perikanan bisa jeli melihat para nelayan yang benar benar hidupnya di laut ,agar bantuan itu bias di rasakan para nelyan yang benar benar adalah nelayan.

Reporter : Iwan Suhada
Editor : Miftakh

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Penghasilan Nelayan Tradisional Papua Barat Kabupaten Sorong Selatan Menurun Drastis Akibat Penyakit COVID 19 Yang Melanda Seantero Dunia"

Post a Comment

Silahkan berkomentar dengan bijak, Kami akan membalasnya segera