Gara Gara Covid-19, 50 Ribu Buruh Di Jawa Tengah Tidak Berkerja Alias Menganggur

Foto : ilustrasi

SEMARANG, Sabtu (02/05/2020) Lingkaran Media - Kasus tertinggi saat ini terjadi di Kabupaten Boyolali, dengan total pekerja di-PHK dan dirumahkan mencapai 5.562 orang. Disusul, Kabupaten Magelang dengan 5.354 orang. Lalu, Kota Semarang 5.017 orang.

Dampak perekonomian akibat pandemi virus corona di Jawa Tengah terus memburuk. Per 29 April 2020, total buruh menganggur karena dirumahkan dan kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) telah menyentuh angka 50.563 orang.

Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat dalam jangka waktu belum genap satu bulan. Per 6 April 2020 lalu, jumlah kasus buruh di-PHK dan dirumahkan masih di angka 24.240 orang.

Aliansi Gerakan Buruh Berjuang (Gerbang) Jawa Tengah menyuarakan sejumlah tuntutan pada peringatan May Day. Di antaranya, menuntut pemerintah untuk membuat payung hukum yang melindungi buruh dari PHK dampak corona.

"Dan apabila ada penghentian operasional perusahaan karena sulit bahan baku atau sulit menjual hasil produksi maka merumahkan sementara waktu dengan tetap memberikan upah penuh bisa menjadi solusi," kata Nanang Setyono Koordinator Umum Gerbang membacakan tuntutannya di sela aksi May Day di Jalan Pahlawan Semarag, Jumat, 1 Mei 2020.

Selain itu, pemerintah didesak memberikan jaminan pangan bagi buruh yang ter-PHK dan dirumahkan karena dampak corona.

Gerbang juga meminta perusahaan memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) sebagaimana Permenaker No 6 tahun 2016.

Sementara, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan sebagian besar para buruh yang menjadi korban dampak Covid-19 itu akan dibantu sembako oleh pemerintah kabupaten dan kota masing-masing. Namun ada tiga kabupaten Kota yang tidak bisa meng-cover bantuan untuk seluruh buruh, yakni Kota Semarang, Kabupaten Semarang dan Boyolali.

"Untuk itu kami dari pemprov bantu, totalnya ada 2.164 buruh yang hari ini kami bantu sembako di tiga daerah tersebut," katanya, Jumat 1 Mei 2020.

Untuk bantuan-bantuan itu, pihak pemerintah kabupaten kota akan menyalurkannya secara bertahap pada awal hingga pertengahan Mei ini. Beberapa daerah lain sudah mengabarkan akan membagikan segera. "Seperti Sragen misalnya, mulai Senin besok akan dibagikan," jelasnya.

Ganjar mengungkapkan paket sembako yang diberikan kepada buruh itu senilai Rp 200 ribu. Isinya berbagai bahan kebutuhan pokok, seperti beras 10 kg senilai Rp 130 ribu, gula pasir satu kilogram senilai Rp 13 ribu, minyak goreng dua liter senilai Rp 25 ribu, ikan 0,5 Kg senilai Rp 15 ribu, dan mie instan delapan bungkus senilai Rp 17 ribu.

Ganjar Pranowo berharap perusahaan terkait mau membantu meringankan beban nasib buruh. "Berapapun itu sangat berarti. Setidaknya, kita bisa bikin ayem mereka, karena sebenarnya mereka saat ini deg-degan dan separuh panik, besok makan apa dan di mana. Mari kita bersama-sama bergotong royong memberikan perhatian pada kawan-kawan buruh," ucapnya.

Editor : Miftakh
Sumber : Tagar.id

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Gara Gara Covid-19, 50 Ribu Buruh Di Jawa Tengah Tidak Berkerja Alias Menganggur"

Post a Comment

Silahkan berkomentar dengan bijak, Kami akan membalasnya segera