Pelarangan Mudik Berdampak Pada Perusahaan Bus Di Wonogiri

Foto : deretan bus di terminal Tipe A Giri Adipura Wonogiri

WONOGIRI, Rabu (29/04/2020) - Pelarangan mudik oleh pemerintah di tengah pandemi Covid-19 berdampak pada Perusahaan Otobus (PO). Selain bus tidak bisa beroperasi, PO di Wonogiri juga harus mengambil tindakan terhadap status sopir, kernet bus serta seluruh karyawan PO.

Kondisi tersebut dirasakan oleh salah satu PO yang mempuntai trayek Jabodetabek-Wonogiri, yaitu Putera Mulya. Kepala Devisi Marketing PO. Putra Mulya, Heri Prasetyo, mengatakan, sejak pelarangan mudik dilaksanakan, Jumat (24/4/2020), operasi PO Putera Mulya berhenti total.

Sebanyak 54 bus yang dimiliki dengan rute Wonogiri-Jabodetabek tidak ada yang dioperasikan. Karena jika tetap beroperasi akan berisiko terhadap PO dan penumpang. Dampak dari kebijakan tersebut, lanjut dia, sopir dan kernet bus yang berjumlah 116 orang dirumahkan. Sementara itu, karyawan kantor tetap masuk, tetapi ada penyesuaian gaji.

“Saat ini sebagian sopir sedang mencari pekerjaan lain, seperti bertani, tukang bangunan, pekerja pabrik dan lain-lain. Jika nanti keadaan normal, mereka akan kembali bekerja sebagai sopir atau kernet bus,” kata dia saat dihubungi Solopos.com, Selasa (28/4/2020).
Ditawarkan di Usaha Lain

PO Putera Mulya dibawah naungan PT. Putera Mulya Sejahtera, tetapi pemilik perusahan tersebut memiliki beberapa usaha di bidang lain, seperti hotel, rental mobil, mobil antar jemput di wilayah Jakarta dan lain sebagianya. Sebagian karyawan yang dirumahkan ditawarkan untuk bekerja di sektor tersebut.

“Karyawan yang berminat bisa bernegosiasi. Jika mau bekerja di sektor tersebut dikontrak selama tiga bulan. Konsekuensinya, jika bus sudah beroperasi sebelum mereka selesai kontrak, maka mereka diharuskan untuk menghabiskan kontrak kerjanya. Sebenarnya pemilik perusahaan mempunyai banyak usaha, tetapi kerena ekonomi sekarang sedang terpuruk, kesempatan untuk tetap bekerja menjadi terbatas,” terang dia.

Sebagian sopir dan kernet bus saat ini sedang mengikuti program pelatihan Peduli Keselamatan yang diselenggarakan oleh Polres Wonogiri dan Bank BRI. Jumlah kru PO Putera Mulya yang terdaftar mengikuti sebanyak 38 orang. Dalam waktu tiga bulan mereka mendapat uang sebesar Rp600.000.

Dampak pemberhentian operasi bus, menurut dia, juga berdampak pada angsuran PO ke leasing bus. “Kami meminta kepada leasing bus agar ada penundaan pembayaran. Karena kondisi perekonomian sedang melemah,” kata Heri.

Editor : Miftakh
Sumber : Kabar Wonogiri/Solopos.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pelarangan Mudik Berdampak Pada Perusahaan Bus Di Wonogiri"

Post a Comment

Silahkan berkomentar dengan bijak, Kami akan membalasnya segera