Ungkap Kasus Jual Beli Online, Kapolres Trenggalek Imbau Masyarakat Lebih Berhati-hati

Foto : Kapolres Trenggalek jumpa pers di Mapolres Trenggalek

TRENGGALEK, Selasa (18/02/2020) Lingkaran Media – Keberadaan internet dan media sosial (Medsos) memang cukup memudahkan manusia dalam berinteraksi satu sama lain. Melalui Medsos pula, banyak yang memanfaatkan untuk meraup rezeki dengan aktivitas jual beli online.

Tapi bagaimana jika dimanfaatkan untuk berbuat kejahatan?
Baru-baru ini, Satreskrim Polres Trenggalek menangkap seorang perempuan berinisial NL.

Perempuan asal kabupaten Tulungagung ini diduga kuat telah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan  kerugian  konsumen dalam Transaksi Elektronik terhadap korban yang merupakan warga Trenggalek.

Hal tersebut dibenarkan Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H. saat menggelar konferensi pers bersama awak media di Mapolres. Senin (17/2).

“Iya betul, jajaran Satreskrim berhasil mengungkap kasus ITE dan Penggelapan dengan satu tersangka berinisial NL asal kabupaten Tulungagung yang mengakibatkan korban mengalami kerugian mencapai Rp. 11.400.000,-” Ungkap AKBP Jean Calvijn.

Foto : pelaku 

Peristiwa tersebut bermula pada awal Februari lalu, korban membuka akun facebook tersangka yang menawarkan masker di sebuah grup facebook. Merasa tertarik, korban kemudian berkomunikasi melalui inbox masenger.

Komunikasi terus berlanjut dengan saling memberikan nomor Whatsapp dan korban memesan 400 box masker seharga Rp 24 juta dengan syarat korban diminta transfer uang setengah dari harga sebagai down payment (DP).

Tak menunggu lama, keesokan harinya, korban mentransfer uang kepada tersangka NL sebesar Rp 11.400.000,-. Setelah menunggu beberapa waktu, barang yang dibelinya tidak kunjung dikirim hingga kemudian korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Trenggalek.

“Ketika menanyakan hal tersebut, nomor Whatsapp korban justru di blokir, demikian pula dengan aplikasi masengger.” Kata AKBP Jean Calvijn.

Selain menangkap tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti diantaranya berupa tangkapan layer percakapan facebook antara tersangka dan korban, bukti transfer, dua buah handphone dan uang tunai.

Sementara terhadap tersangka dikenakan pasal 45A ayat (2) UU RI No. 19 tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik perubahan UU RI nomor 11 tahun 2008  dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara dan atau denda paling banyak  Rp. 1.000.000.000,- (satu miliar rupiah).

Foto : Kapolres Trenggalek memperlihatkan barang bukti dihadapan pers

AKBP Jean Calvijn mengimbau kepada masyarakat ataupun pengguna media sosial agar lebih berhati-hati dalam bertransaksi utamanya terhadap akun-akun tertentu yang menawarkan barang dengan harga yang relative murah. Terlebih lagi, belum mengenal secara pasti terhadap pemilik akun tersebut.

“Lebih berhati-hati dan waspada. Jangan mudah percaya dengan harga murah ataupun iming-iming yang lain agar tidak ada lagi jatuh korban ”Pungkasnya.

Sumber : info seputar Trenggalek
Editor : Miftakh

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ungkap Kasus Jual Beli Online, Kapolres Trenggalek Imbau Masyarakat Lebih Berhati-hati"

Post a Comment

Silahkan berkomentar dengan bijak, Kami akan membalasnya segera