Pemadaman Listrik Kembali Terjadi Di Jawa Tengah Dan Jakarta

Foto : Zulkifli Zaini

Nasional, Rabu (12/02/2020) Lingkaran Media - Beberapa wilayah di Jawa Tengah yang mengalami pemadaman di antaranya adalah Semarang, Klaten, kudus, Magelang, Tegal, Yogyakarta, Cilacap, dan Purwokerto.

Pemadaman terjadi karena adanya gangguan di sistem SUTET 500 KV antara Pedan dan Kesugihan pada pukul 11.30.

Pemadaman listrik kembali terjadi, tidak cuma di satu lokasi tapi dua sekaligus. Yakni di sebagian wilayah Jakarta dan beberapa kota di Jawa Tengah.

Di waktu hampir bersamaan, gangguan juga terjadi di Jakarta dengan meledaknya gardu induk Cawang.

Akibat ledakan ini, aliran listrik ke sejumlah titik di Jakarta-pun mengalami gangguan. Berikut adalah titik-titiknya;

PLN, ujar Zulkifli. mengemban tanggung jawab sebagai satu-satunya perusahaan yang diberikan kewenangan dan tanggung jawab oleh negara untuk menyediakan pelayanan ketenagalistrikan. Tanpa adanya visi misi dan spirit yang sama, tanggung jawab itu akan menjadi beban, sehingga masyarakat yang akan menjadi korban.

"PLN memiliki tanggung jawab untuk menyediakan listrik 24/7 dengan kualitas yang baik, tidak padam, sehingga security of supply menjadi kunci utama dalam pelayanan. Sementara untuk bergerak maju, PLN juga bertanggung jawab untuk mewujudkan rasio elektrifikasi hingga 100% di seluruh wilayah Indonesia dan meningkatkan konsumsi listrik per kapita," lanjut Zulkifli.

Begitu juga omongan Zulkifli saat di hadapan DPR, beberapa pekan lalu. Pihaknya akan mengupayakan keamanan layanan selama 24 jam dalam seminggu. Ia juga meminta agar semua karyawan bekerja dengan penuh tanggungjawab, akuntabilitas tinggi, dan punya rasa kepemilikan untuk menjalankan tugas dan target.

Pemadaman ini bertentangan dengan statement yang dilontarkan oleh Direktur Utama PT PLN (Persero) yang ingin menekan angka pemadaman.

Dalam beberapa kali kesempatan, baik saat sidang DPR maupun pertemuan dengan para jurnalis. Zulkifli beberapa kali menyinggung keseriusan untuk menekan terjadinya pemadaman.

PLN mencatat, akibat black out terjadi Agustus lalu, peningkatan durasi dan jumlah frekuensi pemadaman listrik.

Berdasarkan catatan PLN, sepanjang tahun 2019 System Average Interruption Duration Index (SAIDI) sebesar 1.136 menit per pelanggan. SAIDI merupakan durasi pemadaman listrik yang dialami pelanggan.

SAIDI adalah lama padam atau durasi padam listik yang dialami pelanggan.

Sementara SAIFI adalah jumlah padam atau frekuensi padam yang dialami pelanggan. Pada tahun 2019 tercatat SAIDI sebesar 1.136 menit per pelanggan sedang SAIFI 11,51 kali per pelanggan," ungkap Direktur Utama PT PLN (Persero) Zulkifli Zaini di Komisi VII DPR RI, Selasa, (29/01/2020).

Kemudian, System Average Interruption Frequency Index (SAIFI) tahun 2019 sebesar 11,51 kali per pelanggan. SAIFI merupakan frekuensi pemadaman yang dialami pelanggan. SAIDI dan SAIFI naik signifikan dibandingkan tahun 2018 dengan masing-masing SAIDI 958 menit per pelanggan dan SAIFI 9,90 kali per pelanggan.

Direktur PLN Regional Sulawesi Syamsul Huda menyebut penyebab dari peningkatan durasi dan frekuensi listrik disebabkan gangguan yang terjadi di sebagian wilayah pulau Jawa awal Agustus tahun lalu. Meski demikian, pihaknya berkomitmen agar kejadian semacam ini tidak terulang lagi.

"Salah satunya ada black out pada Agustus kemarin. Tapi sekarang kami komitmen supaya enggak terjadi lagi black out," terangnya waktu itu.

Sumber : CNBC Indonesia
Editor : Miftakh

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pemadaman Listrik Kembali Terjadi Di Jawa Tengah Dan Jakarta"

Post a Comment

Silahkan berkomentar dengan bijak, Kami akan membalasnya segera